Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Informasi Pelayanan Keracunan

Informasi Pelayanan Keracunan

INFORMASI PELAYANAN KERACUNAN

Keracunan adalah kondisi yang disebabkan oleh menelan, mencium, menyentuh, atau menyuntikkan zat yang berbahaya bagi tubuh. Saat terjadi keracunan, penderitanya membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat karena bisa berdampak fatal. Jadi, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada keracunan.

Pada kondisi yang parah, keracunan memerlukan penanganan medis darurat. Akan tetapi, pertolongan pertama bisa membantu mencegah risiko berbahaya yang disebabkan oleh keracunan.

Saat memberikan pertolongan pertama pada korban keracunan, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Gejala yang muncul

  2. Usia korban

  3. Jenis dan jumlah zat yang menyebabkan keracunan.

Segera dibawa ke rumah sakit jika korban keracunan mengalami salah satu hal ini :

  1. Tidak sadarkan diri,

  2. Mengalami gangguan pernapasan atau berhenti bernapas,

  3. Rasa gelisah yang tidak terkendali,

  4. Mengalami kejang, hingga tidak merespons atau bereaksi,

  5. Korban yang diketahui mengalami overdosis, baik obat-obatan maupun alkohol, juga memerlukan pertolongan darurat medis.

Jika mencurigai seseorang mengalami keracunan, perlu memperhatikan juga hal-hal di sekitarnya yang mungkin bisa menjadi penyebab keracunan. Dalam kebanyakan kasus, kelebihan dosis obat-obatan merupakan penyebab utama keracunan. Akan tetapi, berbagai hal berikut ini juga bisa menjadi penyebab munculnya gejala atau reaksi keracunan :

  1. Zat pembersih kimia untuk kebutuhan rumah tangga.

  2. Produk pemusnah serangga atau hama seperti peptisida.

  3. Tanaman atau jamur beracun.

  4. Keracunan karbon monoksida.

  5. Kelebihan konsumsi alkohol.

  6. Overdosis obat-obatan terlarang.

  7. Keracunan makanan yang belum dimasak sampai matang atau terkontaminasi bakteri penyakit.

  8. Konsumsi obat-obatan dosis berlebih, seperti keracunan aspirin.

  9. Gigitan serangga atau hewan yang memiliki racun.

 

KERACUNAN MAKANAN

 

Keracunan makanan dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Kita tidak bisa mengontrol kandungan yang terdapat pada setiap makanan, sehingga kondisi ini terkadang sulit untuk dicegah lebih awal. Itulah alasan mengapa pertolongan pertama keracunan makanan perlu dipahami.

  1. Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan

Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kuman (bakteri, jamur, parasit, atau virus) yang ikut tertelan bersamaan dengan makanan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengonsumsi makanan basi atau yang proses persiapannya tidak higienis, yang masuk ke dalam saluran pencernaan dan menimbulkan gejala.

Umumnya, kuman penyebab keracunan membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh. Akibatnya, terkadang gejala tidak langsung muncul dan penyakit ini sulit dideteksi sejak dini. 

Meski begitu, beberapa gejala keracunan makanan yang umum terjadi dan memerlukan pertolongan pertama adalah sebagai berikut :

  1. Mual dan muntah.

  2. Diare, kemungkinan disertai darah jika penyebabnya adalah bakteri EHEC atau Campylobacter.

  3. Dehidrasi.

  4. Nyeri kepala.

  5. Nyeri dan kram perut, biasanya terjadi 12–72 jam setelah makan.

 Meski sulit untuk dicegah, Anda dapat mengurangi risiko keracunan makanan dengan mengonsumsi makanan yang terjamin kebersihannya. Selain itu, perhatikan keterangan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasan untuk memastikan makanan tersebut masih layak dikonsumsi.

  1. Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

Penderita keracunan makanan sebaiknya ditangani oleh dokter untuk mendapat pengobatan medis dengan tepat. Namun, sebelum mendapatkan penanganan rumah sakit, terdapat beberapa langkah pertolongan pertama keracunan makanan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Berikut penjelasannya :

  1. Mencukupi Cairan Tubuh

Orang yang keracunan makanan biasanya akan mengalami gejala mual dan muntah serta diare, yang muncul dalam 6–48 jam setelah makan. Apabila gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk tetap mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit sedikit demi sedikit guna menjaga keseimbangan cairan tubuhnya. Hal tersebut juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.

  1. Muntah dalam Posisi yang Tepat

Hindari posisi berbaring apabila gejala mual dan muntah masih berlanjut. Penderita disarankan untuk duduk dalam posisi tegak. Hal ini bertujuan untuk mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang berisiko menyebabkan penderita mengalami gangguan pernapasan. Pada saat muntah, posisikan kepala sedikit menunduk agar makanan tidak kembali turun ke tenggorokan untuk mencegah risiko tersedak.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Tepat

Membatasi asupan makanan hingga gejala keracunan mereda. Penderita disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Menghindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam untuk sementara waktu karena berisiko memperburuk gejala keracunan.

  1. Mengonsumsi Air Jahe

Pertolongan pertama keracunan makanan basi atau makanan tidak higienis juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi air jahe. Air jahe diketahui dapat membantu meredakan gejala keracunan seperti mual dan nyeri perut. Selain itu, air rebusan jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga cukup baik dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.

  1. Menghindari Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Muntah dan diare akibat keracunan makanan merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun dari saluran pencernaan. Ketika sedang mengalami kondisi ini, sebaiknya menghindari mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter karena berpotensi memperburuk gejala keracunan.

  1. Istirahat yang Cukup

Apabila gejala keracunan sudah mulai mereda, usahakan untuk tidak terburu-buru melakukan aktivitas. Penderita keracunan makanan disarankan beristirahat secara optimal guna memberikan waktu pada tubuh agar bisa pulih sepenuhnya.

  1. Segera Periksa ke Dokter

 Apabila gejala yang dialami penderita tak kunjung membaik, maka langkah selanjutnya yang paling efektif adalah mencari pertolongan medis. Penanganan dari dokter dibutuhkan dengan cepat jika penderita mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini :

  1. Muntah berkelanjutan dan kesulitan untuk mengonsumsi makanan serta minuman.

  2. Muntah disertai darah atau BAB berdarah.

  3. Nyeri perut hebat.

  4. Diare tak kunjung berhenti setelah tiga hari.

  5. Mengalami gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus berlebihan, nyeri kepala, dan sulit BAB.

  6. Mengalami gejala neurologi, seperti kesemutan, kelemahan otot, atau penglihatan kabur.

Pada beberapa kasus yang parah, keracunan makanan bahkan dapat menyebabkan penderitanya kejang hingga sesak napas. Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa gejala di atas, dan segera mengunjungi Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dari dokter.