INFORMASI KESEHATAN

Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

DEFINISI

Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan jenis kanker ganas yang muncul pada daerah nasofaring (area di atas tenggorok dan di belakang hidung).

EPIDEMIOLOGI

  • Di Indonesia, kanker ini menempati urutan ke-4 terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru.
  • Berdasarkan GLOBOCAN 2012, setiap tahun muncul 87000  kasus baru dan 51000 kematian akibat KNF. Diantaraya, laki-laki mengalami insiden lebih besar dibandingkan dengan perempuan

FAKTOR RISIKO

  1. Jenis Kelamin Wanita
  2. Ras Asia dan Afrika Utara
  3. Usia 25-50 tahun
  4. Makanan yang diawetkan
  5. Infeksi Virus Epstein-Barr
  6. Faktor genetik
  7. Merokok
  8. Minum Alkohol

GEJALA

  • Nyeri kepala
  • Nyeri wajah dan sekitar mata
  • Mimisan berulang
  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan
  • Susah bernapas dan berbicara
  • Benjolan di leher
  • Telinga berdenging
  • Nyeri telinga
  • Telinga terasa penuh

    DEFINISI

    Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan jenis kanker ganas yang muncul pada daerah nasofaring (area di atas tenggorok dan di belakang hidung).

    EPIDEMIOLOGI

  • Di Indonesia, kanker ini menempati urutan ke-4 terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru.
  • Berdasarkan GLOBOCAN 2012, setiap tahun muncul 87000  kasus baru dan 51000 kematian akibat KNF. Diantaraya, laki-laki mengalami insiden lebih besar dibandingkan dengan perempuan
  • FAKTOR RISIKO

  • Jenis Kelamin Wanita
  • Ras Asia dan Afrika Utara
  • Usia 25-50 tahun
  • Makanan yang diawetkan
  • Infeksi Virus Epstein-Barr
  • Faktor genetik
  • Merokok
  • Minum Alkohol
  • GEJALA

  • Nyeri kepala
  • Nyeri wajah dan sekitar mata
  • Mimisan berulang
  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan
  • Susah bernapas dan berbicara
  • Benjolan di leher
  • Telinga berdenging
  • Nyeri telinga
  • Telinga terasa penuh

PENCEGAHAN

Mengonsumsi buah-buahan dan sayur terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya KNF

PENGOBATAN

Terapi dapat mencakup radiasi, kemoterapi, kombinasi keduanya, dan didukung dengan terapi untuk mengurangi gejalanya sesuai dengan keputusan dokter.

SUMBER

Chan J, PIlch B, Kuo T, Wenig B, Lee A. Tumours of the nasopharynx. In Barnes L EJRPSD, editor. WHO classification of tumours: head & neck tumours. Lyon: IARC Press.; 2005. p. 81 - 106.

Adham M KAMAea. Nasopharyngeal carcinoma in Indonesia: epidemiology, incidence, signs, and symptoms at presentation. Chin J Cancer. 2012; 31(4).

Ferlay J SIea. Cancer incidence and mortality worldwide: sources, methods and major patterns in GLOBOCAN 2012. Int. J. Cancer. 2015; 136.

Chang TE AH. The enigmatic epidemiology of nasopharyngeal carcinoma. Cancer Epidemiology Biomarkers Prev. 2006 Oktober; 15(10).

Adham M, Gondhowiardjo S, Soediro R, Jack Z, Lisnawati , Witjaksono F, et al. Pelayanan nasional pelayanan kedokteran: kanker nasofaring: Kementerian Kesehatan RI.

Ji XM ea. Nasopharyngeal carcinoma risk by histologic type in central China: impact of smoking, alcohol and family history. Int. J. Cancer. 2010; 129.