PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT

Rabun Jauh atau Miopia

Rabun Jauh atau Miopia

Bagaimana cara kerja mata yang normal?

Mekanisme kerja mata mirip dengan fungsi kamera, mata kita dapat melihat dengan tajam apabila pancaran cahaya dari suatu obyek jatuh tepat di titik fokus saraf mata atau yang kita kenal sebagai retina. Bagian mata yang kita sebut sebagai pupil akan berfungsi sebagai “jendela” mengatur jumlah cahaya yang masuk kedalam mata, yang kemudian akan difokuskan oleh lensa kristalin dan diteruskan ke sentral penglihatan di retina. Maka mata dapat melihat dengan jelas obyek tyersebut

Apabila pancaran cahaya tidak jatuh tepat di retina maka bayangan obyek akan menjadi kabur. Kondisi ini yang kita sebut sebagai kelainan refraksi. Salah satu kelainan refraksi yang sering terjadi yaitu : rabun jauh / miopia

Miopia ( mata minus )

Miopia terjadi karena cahaya yang masuk ke dalam mata, jatuh di depan retina mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh struktur panjang bola mata yang terlalu panjang ataupun kemampuan mata yang terlalu kuat dalam memfokuskan cahaya, sehingga obyek yang jauh tampak buram. Kondisi ini disebabkan oleh :

  • faktor keturunan,
  • kelahiran prematuritas
  • gaya hidup

 Kacamata dengan lensa negatif (minus) akan membantu memfokuskan kembali cahaya tepat di saraf mata. Pada umumnya miopia akan terus bertambah seiring masa pertumbuhan dan perlahan akan stabil. Sampai saat ini tidak ada terapi khusus untuk mencegah terjadinya miopia, penggunaan kaca mata ataupun bedah LASIK dapat dipertimbangkan untuk dapat membantu penglihatan pada rabun jauh

Mitos penggunaan Kacamata

  1. Apakah penggunaan kacamata secara terus-menerus akan menambah minus? 
    Mitos ini tidaklah benar. Kacamata adalah alat bantu untuk koreksi kelainan tajam penglihatan (minus, silinder, plus), apabila tidak dipakai oleh mereka dengan kelainan rabun jauh maka penglihatan jauh akan buram. Pertambahan kelainan ukuran kacamata disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keturunan dan faktor lingkungan dan tidak dipengaruhi oleh pemakaian kacamata. 
     
  2. Apakah membaca sambil tiduran akan menambah rabuh jauh?
    Membaca sebaiknya dilakukan dalam jarak 30-40 cm agar mata tidak cepat lelah. Membaca sambil tiduran memiliki kecenderungan untuk mendekatkan  objek ke mata sehingga mata akan bekerja lebih keras untuk memfokuskan sehingga lebih cepat lelah. Hal tersebut dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan peningkatan kelainan rabun jauh, tentunya dengan kombinasi faktor lainnya.
     
  3. Apakah konsumsi jus atau wortel dapat mengurangi rabun jauh? 
    Wortel mengandung zat karoten dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Namun wortel atau jus buah lainnya tidak akan dapat mengurangi kelainan minus/plus/silinder yang terjadi.
     
  4. Apakah melihat pemandangan hijau atau laut dapat menghilangkan rabun jauh?
    Bagi mereka yang sering membaca atau bekerja di depan komputer akan disarankan untuk beristirahat melihat jauh setiap 1-2 jam untuk relaksasi otot mata. Melihat jauh baik pemandangan hijau, laut, maupun benda lainnya, ditujukan untuk relaksasi otot mata guna mencegah kelelahan pada mata dan bukan untuk menghilangkan kelainan rabun jauh 
     
  5. Apakah kelainan rabun jauh atau minus bisa disembuhkan?
    Sejauh ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kelainan rabun jauh. Kelainan minus atau silinder dapat dikendalikan dengan menggunakan kacamata dan control rutin ke dokter mata setiap 6 bulan.

      

    Kelainan minus atau silinder dapat dihilangkan dengan melakukan tindakan medis bedah kornea seperti keratotomi radial ataupun Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) dengan teknologi canggih.